Wednesday, 19 September 2012

Kelicikan Suarez, Kepicikan (Pemimpin) Kita


Liga Premier Inggris atau EPL saat ini disebut-sebut sebagai liga sepakbola terbaik di dunia. Permainan kick and rush yang atraktif membuat seluruh pecinta sepakbola di seluruh dunia menoleh ke EPL. Menurut koefisien UEFA, Liga Premier Inggris merupakan liga dengan koefisien tertinngi. Kemahsyuran EPL yang mendunia membuat seluruh pemain sepakbola di seluruh dunia ingin berlaga di EPL. Saat ini, EPL dihuni oleh seluruh pemain terbaik dari seluruh penjuru dunia dari Eropa, Amerika, Afrika hingga Asia, hampir seluruh pemain terbaik di dunia bermain di EPL.
Uruguay selama ini dikenal sebagai salah satu negara Amerika Latin yang selalu menghasilkan pemain-pemain terbaik di posisinya. Diego Forlan, Diego Lugano, Alvaro Recoba, Edinson Cavani hingga Luis Suarez adalah beberapa nama pemain sepakbola top dari Uruguay. Luis Suarez saat ini disebut-sebut sebagai pemain terbaik yang dimiliki Uruguay, El Pistolero merupakan pemain dengan skill mumpuni, cepat, tajam dan berani sebagai seorang striker. Selain dikenal sebagai pemain yang skillful, Suarez dikenal sebagai pemain yang memiliki kemampuan ‘istimewa’ lain; menjatuhkan diri atau diving. Kebiasaan Suarez ini sering mendapatkan cibiran oleh para lawan di liga. Pada akhir pekan lalu (15/9) ketika Liverpool bertandang ke kandang Sunderland, sebuah diving Suarez membuatnya diganjar kartu kuning oleh wasit dan mendapatkan cibiran dari hampir seluruh penonton di Stadium of Light.
Luis Suarez yang dikenal sebagai pemain yang licik dan bengal mendapatkan kritikan dari banyak pihak di Inggris, kebiasaannya melakukan diving dikecam oleh banyak orang di Inggris. Meskipun demikian, Brendan Rodgers sang arsitek Marseyside Merah tetap membela anak asuhnya tersebut sebagai seorang pemain yang memiliki kemampuan komplit. Jika dirunut ke belakang, Suarez pernah berulah dengan menolak berjabat tangan dengan Patrice Evra. Pada saat itu, Kenny Dalglish (Pelatih Liverpool kala itu) dan Steven Gerrard mendukung penuh kelakuan Suarez meskipun dicibir banyak orang. Sikap yang ditunjukkan oleh para pemimpin Liverpool pada diri Stevie G, King Kenny dan Rodgers sangat berbeda dengan para pemimpin di negeri ini secara keseluruhan. Pemimpin negeri ini akan lebih mendukung orang lain yang bukan anggota keluarganya dibandingkan anggota keluarganya sendiri.
Bibit Waluyo, gubernur provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu pemimpin yang sikapnya sangat berkebalikan dengan para pemimpin Liverpool. Beberapa waktu yang lalu, Bibit menyatakan bahwa kesenian Jathilan merupakan kesenian terjelek di dunia. Pernyataan Bibit yang menjelek-jelekkan produk sendiri tersebut sangat tidak pantas untuk seorang pemimpin. Tidak lama setelah itu, ratusan atau bahkan ribuan kritik diarahkan pada sang gubernur kontroversial. Mengetahui dirinya sedang dipojokkan, Bibit pun mengklarifikasi pernyataannya tersebut. Meskipun demikian, Bibit telah gagal, sebagai seorang pemimpin yang seharusnya melindungi orang-orang yang dipimpinnya, Bibit justru menjelek-jelekkan orang yang dipimpinnya, menjadi sangat buruk karena dinyatakan di depan forum dengan peserta dari luar wilayahnya.
Beberapa waktu lalu, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) membuat sebuah terobosan luar biasa dalam pelayanan reservasi tiket. PT KAI berusaha keras untuk menghilangkan percaloan dalam transportasi kereta api. Untuk mewujudkan hal tersebut, PT KAI bekerjasama dengan beberapa swalayan modern seperti Indomaret dan Alfamart. Langkah ini tentu menjadi langkah yang patut untuk dipuji, sekaligus dicela pada sisi lain. Indomaret dan Alfamart adalah swalayan-swalayan milik perusahaan asing, terjalinnya kesepakatan antara PT KAI dengan beberapa perusahaan tersebut tentu akan memberikan dampak terhadap kehidupan beberapa orang yang bekerja dalam industry kereta api. Kita semua mengetahui bahwa calo adalah profesi, pada umumnya merekayang berprofesi sebagai calo adalah masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, kerjasama yang terjalin antara PT KAI dengan perusahaan-perusahaan asing akan menyebabkan kondisi ekonomi para calo semakin memburuk. Langkah inovatif dari PT KAI menyelesaikan masalah dalam waktu singkat hanya akan menghasilkan solusi untuk waktu singkat. Perubahan demi perbaikan menyeluruh harus dijalankan secara bertahap dan istiqomah. Jika PT KAI ingin memperbaiki sistem reservasi, PT KAI seharusnya lebih mendukung keberadaan para calo dan memberikan ‘posisi resmi’ kepada para calo, atau dengan bekerjasama dengan swalayan atau orang lain yang mampu untuk menjadi agen. PT KAI yang ingin memperbaiki sistem seharusnya juga berpikir mengenai orang-orang yang bekerja di ruang lingkup kereta api. Indonesia terdiri dari ratusan juta orang, dari sekian banyak manusia tersebut, tidak mungkin semuanya tidak dapat dipercaya, Indonesia masih memiliki banyak pribadi yang dapat dipercaya untuk bekerjasama dalam perkereta apian, PT KAI tidak sepatutnya lebih memilih bekerjasama dengan pihak asing karena hal itu hanya akan menguntungkan perusahaan-perusahaan asing tersebut karena mereka mendapatkan uang bersih dari negara kita.
Sikap pemimpin yang ditunjukkan oleh para pemimpin di Liverpool FC sangat berbeda dengan para pemimpin di negeri ini. Para pemimpin Liverpool FC selalu mengayomi anggota keluarganya dengan mendukung sepenuh hati, meskipun anggota keluarganya dijelek-jelekkan oleh orang lain, mereka percaya penuh kepada anggota keluarganya. Sementara kita disini bersikap sangat picik, kita akan dengan senang hati ngeper dengan pihak mana pun ketika kita melihat bahwa pihak tersebut memberikan kita keuntungan, meskipun terlihat menguntungkan belum tentu memberikan keuntungan, bisa saja ada penelikungan di tengah jalan. Semoga kita, khususnya para pemimpin kita mampu bersikap lebih bijak, lebih mau percaya dengan diri kita sendiri dan mendukung keluarga kita sendiri.
Dunia ini adalah kesenangan yang menipu. Dalam kaidah genetika, semua tidak seperti apa yang nampak. Kita tidak dapat memastikan apakah sikap para pemimpin Liverpool FC adalah sikap yang benar sedangkan sikap pemimpin kita adalah sikap yang salah. Ya, semua tidak seperti kelihatannya karena dalam dunia ini manusia tidak mampu memperoleh kepastian, bahkan matematika yang seringkali disebut-sebut sebagai ilmu pasti pun, (menurut Sujiwo Tejo) penuh dengan ketidakpastian. Demikian tulisan ini dibuat, semoga bermanfaat bagi semua, terima kasih telah membaca J.

No comments:

Post a Comment