Liga
Premier Inggris atau EPL saat ini disebut-sebut sebagai liga sepakbola terbaik
di dunia. Permainan kick and rush yang
atraktif membuat seluruh pecinta sepakbola di seluruh dunia menoleh ke EPL.
Menurut koefisien UEFA, Liga Premier Inggris merupakan liga dengan koefisien
tertinngi. Kemahsyuran EPL yang mendunia membuat seluruh pemain sepakbola di
seluruh dunia ingin berlaga di EPL. Saat ini, EPL dihuni oleh seluruh pemain
terbaik dari seluruh penjuru dunia dari Eropa, Amerika, Afrika hingga Asia,
hampir seluruh pemain terbaik di dunia bermain di EPL.
Uruguay
selama ini dikenal sebagai salah satu negara Amerika Latin yang selalu
menghasilkan pemain-pemain terbaik di posisinya. Diego Forlan, Diego Lugano,
Alvaro Recoba, Edinson Cavani hingga Luis Suarez adalah beberapa nama pemain
sepakbola top dari Uruguay. Luis Suarez saat ini disebut-sebut sebagai pemain
terbaik yang dimiliki Uruguay, El
Pistolero merupakan pemain dengan skill
mumpuni, cepat, tajam dan berani sebagai seorang striker. Selain dikenal
sebagai pemain yang skillful, Suarez
dikenal sebagai pemain yang memiliki kemampuan ‘istimewa’ lain; menjatuhkan
diri atau diving. Kebiasaan Suarez
ini sering mendapatkan cibiran oleh para lawan di liga. Pada akhir pekan lalu
(15/9) ketika Liverpool bertandang ke kandang Sunderland, sebuah diving Suarez membuatnya diganjar kartu
kuning oleh wasit dan mendapatkan cibiran dari hampir seluruh penonton di
Stadium of Light.
Luis
Suarez yang dikenal sebagai pemain yang licik dan bengal mendapatkan kritikan
dari banyak pihak di Inggris, kebiasaannya melakukan diving dikecam oleh banyak orang di Inggris. Meskipun demikian,
Brendan Rodgers sang arsitek Marseyside Merah tetap membela anak asuhnya
tersebut sebagai seorang pemain yang memiliki kemampuan komplit. Jika dirunut
ke belakang, Suarez pernah berulah dengan menolak berjabat tangan dengan
Patrice Evra. Pada saat itu, Kenny Dalglish (Pelatih Liverpool kala itu) dan
Steven Gerrard mendukung penuh kelakuan Suarez meskipun dicibir banyak orang.
Sikap yang ditunjukkan oleh para pemimpin Liverpool pada diri Stevie G, King
Kenny dan Rodgers sangat berbeda dengan para pemimpin di negeri ini secara
keseluruhan. Pemimpin negeri ini akan lebih mendukung orang lain yang bukan
anggota keluarganya dibandingkan anggota keluarganya sendiri.
Bibit
Waluyo, gubernur provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu pemimpin yang
sikapnya sangat berkebalikan dengan para pemimpin Liverpool. Beberapa waktu
yang lalu, Bibit menyatakan bahwa kesenian Jathilan merupakan kesenian terjelek
di dunia. Pernyataan Bibit yang menjelek-jelekkan produk sendiri tersebut
sangat tidak pantas untuk seorang pemimpin. Tidak lama setelah itu, ratusan
atau bahkan ribuan kritik diarahkan pada sang gubernur kontroversial.
Mengetahui dirinya sedang dipojokkan, Bibit pun mengklarifikasi pernyataannya
tersebut. Meskipun demikian, Bibit telah gagal, sebagai seorang pemimpin yang
seharusnya melindungi orang-orang yang dipimpinnya, Bibit justru
menjelek-jelekkan orang yang dipimpinnya, menjadi sangat buruk karena
dinyatakan di depan forum dengan peserta dari luar wilayahnya.
Beberapa
waktu lalu, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) membuat sebuah terobosan luar
biasa dalam pelayanan reservasi tiket. PT KAI berusaha keras untuk
menghilangkan percaloan dalam transportasi kereta api. Untuk mewujudkan hal
tersebut, PT KAI bekerjasama dengan beberapa swalayan modern seperti Indomaret
dan Alfamart. Langkah ini tentu menjadi langkah yang patut untuk dipuji,
sekaligus dicela pada sisi lain. Indomaret dan Alfamart adalah
swalayan-swalayan milik perusahaan asing, terjalinnya kesepakatan antara PT KAI
dengan beberapa perusahaan tersebut tentu akan memberikan dampak terhadap
kehidupan beberapa orang yang bekerja dalam industry kereta api. Kita semua
mengetahui bahwa calo adalah profesi, pada umumnya merekayang berprofesi
sebagai calo adalah masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah,
kerjasama yang terjalin antara PT KAI dengan perusahaan-perusahaan asing akan
menyebabkan kondisi ekonomi para calo semakin memburuk. Langkah inovatif dari PT
KAI menyelesaikan masalah dalam waktu singkat hanya akan menghasilkan solusi
untuk waktu singkat. Perubahan demi perbaikan menyeluruh harus dijalankan
secara bertahap dan istiqomah. Jika PT KAI ingin memperbaiki sistem reservasi,
PT KAI seharusnya lebih mendukung keberadaan para calo dan memberikan ‘posisi
resmi’ kepada para calo, atau dengan bekerjasama dengan swalayan atau orang
lain yang mampu untuk menjadi agen. PT KAI yang ingin memperbaiki sistem
seharusnya juga berpikir mengenai orang-orang yang bekerja di ruang lingkup
kereta api. Indonesia terdiri dari ratusan juta orang, dari sekian banyak
manusia tersebut, tidak mungkin semuanya tidak dapat dipercaya, Indonesia masih
memiliki banyak pribadi yang dapat dipercaya untuk bekerjasama dalam perkereta
apian, PT KAI tidak sepatutnya lebih memilih bekerjasama dengan pihak asing
karena hal itu hanya akan menguntungkan perusahaan-perusahaan asing tersebut
karena mereka mendapatkan uang bersih dari negara kita.
Sikap
pemimpin yang ditunjukkan oleh para pemimpin di Liverpool FC sangat berbeda
dengan para pemimpin di negeri ini. Para pemimpin Liverpool FC selalu mengayomi
anggota keluarganya dengan mendukung sepenuh hati, meskipun anggota keluarganya
dijelek-jelekkan oleh orang lain, mereka percaya penuh kepada anggota
keluarganya. Sementara kita disini bersikap sangat picik, kita akan dengan
senang hati ngeper dengan pihak mana
pun ketika kita melihat bahwa pihak tersebut memberikan kita keuntungan,
meskipun terlihat menguntungkan belum tentu memberikan keuntungan, bisa saja
ada penelikungan di tengah jalan. Semoga kita, khususnya para pemimpin kita
mampu bersikap lebih bijak, lebih mau percaya dengan diri kita sendiri dan
mendukung keluarga kita sendiri.
Dunia
ini adalah kesenangan yang menipu. Dalam kaidah genetika, semua tidak seperti
apa yang nampak. Kita tidak dapat memastikan apakah sikap para pemimpin
Liverpool FC adalah sikap yang benar sedangkan sikap pemimpin kita adalah sikap
yang salah. Ya, semua tidak seperti kelihatannya karena dalam dunia ini manusia
tidak mampu memperoleh kepastian, bahkan matematika yang seringkali
disebut-sebut sebagai ilmu pasti pun, (menurut Sujiwo Tejo) penuh dengan
ketidakpastian. Demikian tulisan ini dibuat, semoga bermanfaat bagi semua,
terima kasih telah membaca J.
No comments:
Post a Comment