Thursday, 29 January 2015

Kenapa Harus Gagal?


Kenapa harus gagal?

Kegagalan merupakan ujian untuk kemampuan faktual Anda. Ketika Anda berlatih push up dan gagal melakukannya secara sempurna pada repetisi ke-X, Anda paham bahwa kemampuan Anda sebesar X repetisi sehingga Akan belajar dari sana (Wildan Karim)

Kegagalan adalah kunci menuju kesuksesan; setiap kesalahan mengajarkan kita akan sesuatu (Morihei Ueshiba)

Kesuksesan tidak dibangun dari keberhasilan. Kesuksesan dibangun dengan kegagalan, frustrasi, bahkan terkadang malapetaka (Sumner Redstone)

Mengalami kegagalan dan kegagalan yang berulang-ulang merupakan jalan menuju kesuksesan. Setiap kegagalan membawa Anda menempuh satu langkah menuju kesuksesan (C.S. Lewis)

Merayakan keberhasilan merupakan hal yang baik. Namun demikian, memperhatikan pelajaran yang diberikan oleh kegagalan lebih penting (Bill Gates)

Sukses adalah resultan dari penyempurnaan, kerja keras, belajar dari kegagalan, loyalitas dan ketekunan (Colin Powell)

Kegagalan memberikan Anda gambaran yang tepat tentang kesuksesan (Ellen DeGeneres)

Hanya ada satu hal yang membuat impian-impian kita gagal tercapai: takut gagal (Paulo Coelho)

Kita semua mengalami kegagalan, paling tidak orang-orang sukses di antara kita pernah mengalaminya (J.M. Barrie)

Salah satu aspek paling esensial dalam kreativitas adalah tidak takut gagal (Edwind Land)

Seorang pemenang tidak takut untuk kalah tapi pecundang selalu takut untuk kalah. Orang yang menghindari kegagalan adalah orang yang menghindari kesuksesan (Robert T. Kiyosaki)

Sukses bukanlah guru yang baik, kegagalan memberikan Anda kerendahan hati untuk belajar (Shahrukh Khan)



Setelah membaca kutipan-kutipan di atas, apakah kamu masih takut menghadapi kegagalan? Dahlan Iskan berkata bahwa setiap orang memiliki jatah gagal, habiskanlah jatah itu sesegera mungkin. Selamat pagi dan selamat menjalani kehidupan! 

Wednesday, 28 January 2015

Menghitung yang Diperhitungkan


Dalam beberapa waktu terakhir ini, saya mulai membangun dan membesarkan suatu fanspage di Facebook bernama SehaTotal yang pada hari ini, alhamdulillah sudah mendapatkan 42 likers. Jumlah likers di fanspage ini tergolong masih sangat amat kecil namun saya cukup bersyukur karena beberapa likers adalah orang-orang yang sama sekali tidak saya kenal dan menyukai halaman karena konten yang ditampilkan, bukan sekedar saya minta.

Di seluruh dunia, banyak sekali tokoh masyarakat, bisnis, komunitas atau apa pun yang memiliki fanspage dengan jumlah likers yang fantastis. Beberapa di antaranya memiliki likers yang asli karena mereka menyukai sang pemilik page atau karena kualitas yang ditampilkan oleh page tersebut. Namun demikian, tidak sedikit fanspage yang mendapatkan likers dengan cara membeli likers. Jujur, saya sendiri masih ragu dengan output yang dihasilkan oleh sistem ini dalam dunia nyata. Contohnya begini, ketika suatu toko sepatu memiliki 400.000 likers di Facebook dengan cara membeli likers, apakah ada jaminan bahwa 10% dari jumlah likers tersebut telah atau akan membeli sepatu dari toko ini? Saya tidak yakin dengan sistem ini.

Dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2014 hingga awal 2015 ini, ada suatu fanspage fenomenal di Facebook dengan nama Jonru yang nilai viralnya sangat tinggi. Dalam keterangannya, fanspage tersebut mengaku sebagai penulis dengan jumlah likers yang mencapai lebih dari 400.000 likers. Saking hebatnya, ketika fanspage ini menulis sesuatu (lebih tepatnya men-jonru) tentang Joko Widodo atau Jokowi, jumlah like, share dan comment pada posting tersebut akan sangat tinggi, menyentuh angka 4 digit. Namun demikian, ketika beliau membuat posting tentang buku baru yang ditulisnya, jumlah tanggapan berupa like, share dan comment pada posting tersebut akan sangat sedikit. Hal yang lebih luar biasa terjadi ketika beliau membuat suatu seminar jurnalistik di Jakarta, merdeka.com melaporkan bahwa seminar tersebut hanya dihadiri oleh 10 orang! Coba bayangkan, Anda memiliki lebih dari 400.000 likers di Facebook tapi bisnis Anda di dunia nyata hanya laku untuk 10 orang. Luar biasa sekali bukan?

Sementara itu, ada seorang ilmuwan dari Amerika bernama Louis Ignarro yang merupakan peraih Nobel bidang kesehatan pada tahun 1998 dan merupakan ilmuwan yang memformulasikan produk-produk Herbalife. Beliau pun memiliki fanspage di Facebook. Hingga 28 Januari 2015, jumlah likers di fanspage beliau kurang dari 200.000 likers, kurang dari separuh jumlah likers ‘penulis’ bernama Jonru. Namun demikian, produk yang diformulasikannya telah dikonsumsi oleh ratusan juta masyarakat di lebih dari 90 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Produk-produk buatannya pun telah membantu Cristiano Ronaldo memenangi Ballon d’Or tahun 2013 dan 2014, membantu LA Galaxy menjuarai MLS, membantu ratusan juta orang di seluruh dunia untuk memiliki kesehatan dan berat badan yang ideal. Bisnis yang dihasilkan oleh Louis Ignarro dalam dunia nyata jauh lebih besar daripada jumlah likers yang dimilikinya di Facebook.

Ketika membahas kedua fanspage di atas, saya teringat dengan kutipan dari Albert Einstein yang mengatakan bahwa tidak semua yang dapat dihitung, diperhitungkan, dan tidak semua yang diperhitungkan dapat dihitung. Kita boleh saja mengikuti jejak Jonru yang bangga dengan 400.000 likers di Facebooknya. Namun demikian, apa artinya ‘penggemar’ di dunia maya jika kita tidak memiliki ‘penggemar’ yang benar-benar menyukai produk kita di dunia nyata?
Menghitung adalah pelajaran dasar yang sangat penting hingga kapan pun. Hanya saja, kita harus lebih cermat dalam menghitung karena tidak semua yang kita hitung dapat diperhitungkan, fokuslah untuk menghitung hal-hal yang patut diperhitungkan.


Jika tulisan ini bermanfaat, tolong share kepada orang lain dan jika Anda berbaik hati, saya mohon untuk membantu like page SehaTotal. Terima kasih.

Thursday, 1 January 2015

Kuatkan Pikiranmu, Kuatkan Fondasimu


Mas, kenapa program penurunan berat saya gagal?
Kurang lebih demikian isi pesan singkat dari salah satu konsumen saya. Sedikit cerita, konsumen saya yang satu ini sudah berkali-kali mengirimkan pesan dengan isi yang hampir sama dengan periode yang tidak menentu. Saya sendiri tidak paham tentang bagaimana periodisasi yang diterapkan oleh konsumen yang satu ini.

Baiklah, coba sekarang saya tanya kepada Anda, berapa banyak teori tentang kesehatan secara umum yang Anda tahu? Satu, dua, tiga? Faktanya, ada banyak sekali teori kesehatan baik itu pengelolaan berat badan, pembentukan otot, penanganan penyakit dan bidang lain yang jumlahnya mungkin tak terhitung. Sekarang fokus pada program pengelolaan berat badan, sudah berapa banyak teori  yang sekedar Anda baca, terapkan lalu tinggalkan, atau terapkan hingga saat ini?

Kekuatan pikiran
Ketika akan menerapkan suatu metode, apa alasan terkuat yang mendasari? Pikiran! Contohnya seperti ini, ketika saya akan menerapkan intermittent fasting (IF), saya membaca teori yang menjadi dasar dari IF, saya membaca cerita orang-orang yang sukses dengan metode tersebut. Ketika dasar teori yang digunakan masuk akal dan telah melihat contoh nyata orang yang sukses kemudian saya mulai menerapkannya.

Apakah saya sukses? Tidak. Pada awal-awal menerapkan metode tersebut, saya langsung merasakan perubahan nyata. Setelah beberapa lama, ternyata tidak ada lagi perubahan sebagaimana yang saya harapkan. Saya menganggap program ini tidak cocok untuk saya kemudian saya berhenti meskipun pada awalnya saya percaya pada metode ini.

Apakah IF metode yang baik? Ya, hanya saja metode ini tidak sesuai untuk saya karena ada begitu banyak orang yang sukses dengan metode ini. Sebagaimana telah saya tuliskan di awal, di dunia ini ada begitu banyak teori pengelolaan berat badan, tidak ada satu pun metode yang salah, semua metode benar apabila dijalankan SECARA YAKIN pada orang yang tepat.

Keyakinan
Sebelum mengenal IF, saya telah mencoba berbagai metode lain, semuanya gagal memenuhi keinginan saya. Namun demikian, ada banyak hal yang dapat dipelajari dari berbagai kegagalan tersebut. Pelajaran pertama tentu saja sekarang saya memiliki wawasan dan pengalaman yang cukup banyak untuk saya ceritakan kepada konsumen saya tentang pengelolaan berat badan. Pelajaran kedua adalah keyakinan dan konsistensi.

Harus saya akui, saya gagal karena keyakinan saya goyah sehingga konsistensi saya dalam menjalani metode pun mulai kendur secara perlahan-lahan hingga akhirnya benar-benar gagal. Hal yang cukup menggembirakan adalah saya tidak sendiri, apakah Anda mengalami hal yang sama?

Tips
Disini saya akan membagikan sedikit tips untuk Anda yang telah mengalami berbagai kegagalan seperti saya maupun Anda yang baru akan memulai suatu metode. Sebelum Anda mulai metode pilihan Anda, apa pun itu, Anda harus memiliki keyakinan yang kuat tentang program tersebut. Jika sejak awal Anda tidak memiliki keyakinan, atau minimal kepercayaan tentang metode tersebut, kesuksesan program Anda hampir pasti gagal terwujud. Saya dan banyak orang lain yang pada awalnya percaya pun bisa berhenti dan akhirnya gagal, rasa-rasanya akan sangat sulit bagi Anda untuk sukses jika tidak menggunakan keyakinan sebagai fondasi pertama untuk kesuksesan Anda.

Tahukah Anda bagaimana keyakinan yang kuat? Menurut saya, keyakinan yang kuat adalah ketika hati, pikiran, dan perbuatan telah tersinkronisasi sempurna. Saya tidak meragukan kekuatan hati manusia, pikiran adalah faktor yang paling aktif dan paling sering mengganggu. Pada suatu titik ketika Anda bosan dan lelah, Anda pernah berpikir untuk berhenti kan? Itu lah kemampuan pikiran yang jika tidak terkendali bisa menjerumuskan kita.

Terakhir, bagaimana agar metode pilihan Anda bisa sukses? Bruce Lee berkata, as you think so shall you become, semakin baik dan jernih pikiran Anda maka kehidupan Anda pun semakin baik dan jernih, terapkan prinsip ini dalam setiap aspek kehidupan Anda dan perhatikan bagaimana perjalanan hidup Anda, terima kasih.


Temukan lebih banyak informasi kesehatan dari SehaTotal di Facebook dan Twitter, email: sehatotal@gmail.com
Ditulis oleh Wildan Karim, konsultan nutrisi dan olahraga. Email: wildankarim7.wk@gmail.com


Wednesday, 26 November 2014

Perhatikan Makananmu

You are what you eat Anda adalah apa yang Anda makan
Anda adalah apa yang Anda makan

Kenapa badan saya makin lama makin gemuk?
Kenapa saya sudah makan banyak tapi tetap kurus?
Bagaimana bisa saya terserang diabetes, kanker, stroke, dll?

Mari jujur, apa yang setiap hari Anda butuhkan? Makanan! Setiap hari kita membutuhkan makanan sebagai bahan bakar dalam menjalani setiap aktivitas. Anda pun sadar bahwa kesehatan, stamina, kebugaran, berat badan dan hampir semua gejala yang ada di tubuh Anda ditentukan oleh makanan yang Anda masukkan ke dalam tubuh Anda.

Q1: Kenapa gemuk dan perut buncit?
A1: Karena jumlah kalori dalam makanan yang Anda masukkan ke tubuh lebih besar daripada jumlah kalori yang Anda keluarkan melalui olahraga atau aktivitas fisik lain. Kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak dan otot, sangat wajar bila Anda gemuk dan perut menjadi buncit.

Q2: Saya sudah berolahraga sangat keras tapi masih gemuk, kenapa?
A2: Karena jumlah kalori yang masuk masih lebih banyak dibandingkan kalori yang dikeluarkan. Selain itu, olahraga akan meningkatkan nafsu makan sehingga Anda akan makan lebih banyak setelah berolahraga.

Q3: Bagaimana caranya agar saya tidak lagi gemuk?
A3: Teruskan olahraga, ganti makanan tinggi lemak dan gula yang biasa Anda makan dengan makanan tinggi protein, serat dan vitamin dengan nilai kalori yang rendah dibandingkan makanan biasa. Pilihlah makanan dengan indeks glikemik yang rendah supaya Anda tidak cepat lapar dan tidak tergoda untuk ngemil atau makan lagi.

Q4: Kenapa saya masih kurus padahal sudah makan banyak, tidur teratur dan olahraga rutin?
A4: Coba cek lagi makanan yang Anda makan. Bagaimana nilai nutrisi yang terkandung dalam makanan Anda? Jika Anda ingin naik berat badan secara sehat, tingkatkan konsumsi protein, serat, vitamin, karbohidrat dan lemak baik. Selain itu, lakukan detoksifikasi untuk membersihkan organ pencernaan Anda agar kandungan nutrisi dalam makanan Anda bisa terserap secara optimal.

Q5: Apa itu detoksifikasi dan bagaimana cara melakukannya?
A5: Singkatnya, detoksifikasi adalah proses pembersihan tubuh dari racun-racun yang menempel. Cara detoksifikasi yang paling baik dan aman adalah mengganti makanan-makanan Anda yang berpengawet, berpenyedap sintetis, dan digoreng dengan minyak yang sudah hitam dengan makanan tinggi serat dan vitamin. Pencernaan Anda akan lebih lancar dan penyerapan nutrisi oleh tubuh akan lebih baik sehingga pertumbuhan dan perkembangan tubuh akan menjadi lebih baik, Anda tidak akan kurus lagi!

Q6: Kenapa saya bisa terserang diabetes dan bagaimana solusinya?
A6: Diabetes adalah kondisi dimana kadar gula darah dalam tubuh Anda jauh melebihi kadar gula darah orang normal. Solusi untuk penderita diabetes adalah mengurangi konsumsi gula, baik yang berupa nasi putih, teh manis, atau makanan dan minuman lain yang mengandung gula.

Q7: Kalau tidak makan nasi saya akan lapar, bagaimana solusinya?
A7: Lapar atau tidaknya Anda tergantung pada sugesti dan indeks glikemik dari makanan yang Anda makan. Jika ingin kenyang lebih lama, makanlah makanan dengan indeks glikemik yang rendah atau sangat rendah.

Q8: Orang tua atau keluarga saya tidak ada yang terserang kanker, kenapa saya terserang kanker? Badan saya juga ga gemuk lho
A8: Berapa kadar lemak dalam tubuh Anda? Dalam dunia kesehatan, dikenal istilah ‘little fat girl/boy’ yaitu sebutan bagi mereka yang terlihat tidak gemuk namun memiliki kadar lemak yang tinggi dalam tubuhnya. Seorang ilmuwan bernama Anja Rosenow menyatakan bahwa kelebihan lemak di tubuh Anda berkontribusi terhadap pertumbuhan sel kanker. Anda tidak bisa menghilangkan sel kanker namun Anda dapat meminimalkan pertumbuhannya dengan cara mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Cara mengurangi kadar lemak dalam tubuh adalah dengan memperbaiki pola makan yang sembarangan menjadi pola makan teratur yang sehat dengan mengandung banyak nutrisi.

Sekarang Anda tahu betapa pentingnya peran makanan dalam tubuh Anda bukan? Apakah Anda masih mau makan secara ngawur?
Jika kesehatan Anda berharga, hubungi kami di 083865667766 atau 085878511074 untuk konsultasi gratis mengenai makanan apa yang harus Anda konsumsi.

Monday, 3 November 2014

Indonesia The Tasty Country




Udah lama saya ga posting hal pribadi disini ya? Sekarang saya mau curhat lagi deh, saya ga peduli tulisan ini ada yg baca atau engga, saya Cuma mau curhat kepada microsoft word dan blog.
Dalam beberapa posting sebelumnya, saya sudah menceritakan betapa sulitnya saya memasarkan produk Herbalife yang harganya memang mahal tersebut. Saya sudah cerita bahwa saya sudah mencoba berbagai macam metode dan volume penjualan saya tetap saja minim. Am i give up? No! Never ever!
Beberapa waktu yang lalu, saya mencoba suatu metode lain lagi untuk memasarkan produk yaitu dengan membuat fans page di Facebook. Kalian tahu kan, suatu fans page dianggap sukses ketika ada banyak orang yang membubuhkan ‘like’ pada page tersebut? Nah hingga hari ini, fans page Nutrisi Tepat Seimbang saya baru memiliki 104 likers setelah 3 minggu. Fyi, saya ga melulu jualan produk di page tersebut, saya lebih banyak posting artikel dan informasi kesehatan supaya bermanfaat.
Setiap saya posting sesuatu di page ini, respons Cuma datang dari saya dan atau pacar saya (yang memang saya paksa buat promote) untuk meningkatkan viral internet. Ternyata, posting-posting di page saya yang berisi informasi memang tidak menarik bagi banyak orang. Ketika saya menulis ini, baru satu orang yang benar-benar tidak saya kenal yang membagikan salah satu posting di page saya. Kata orang-orang suci, apapun pencapaian harus disyukuri kan? Alhamdulillah masih ada orang asing yang mau merespons.
Sementara saya tetap bermain facebook, saya merasa sangat gemes, anyel, mangkel, dan sebel ketika banyak teman saya membagikan posting dari fanspage-fanspage kontroversial di beranda saya. Ketika saya membuka fanspage-fanspage tersebut, saya merasa fanspage-fanspage tersebut nothing! Oke lah kalian bilang saya gila atau gimana. Mereka menyebarkan provokasi dan mendapatkan banyak ‘like’, ‘comment’, dan ‘share’. Kalau kata anak jaman sekarang, ‘sakitnya tuh disini’ sambil nunjuk dengkul.
Kalian tahu majalah Men’s Health Indonesia ga? Kalian tahu Dr Louis Ignarro ga? Kalau ga tahu majalah Men’s Health, itu artinya hidupmu belum cukup berkelas. Wuiiiihh kata-katanya kejem ya, emang kenyataannya begitu. Kalau ga tahu Louis Ignarro masih wajar karena mayoritas orang Indonesia memang ga mau menambah wawasan sih. Saya kasih tahu deh, Louis Ignarro itu peraih penghargaan Nobel bidang kesehatan tahun 1998 karena berhasil menemukan nutrisi seluler yang kini menjadi dasar produk-produk Herbalife.
Nah baik Men’s Health Indonesia maupun Dr Louis Ignarro ini, setiap mereka posting sesuatu, isinya pasti artikel bermanfaat. Tahu ga berapa jumlah ‘like’, ‘comment’, dan ‘share’ yang mereka dapatkan sebagai viral? Tidak pernah sampai 5000 response. Silakan dicek kalau ga percaya.
Sementara itu, di bagian dunia lain ada seorang kader partai suci yang mengaku sebagai penulis (mengaku penulis tapi tulisannya tidak pernah obyektif) senantiasa mendapatkan lebih dari 5000 response ketika menjelek-jelekkan Jokowi, manas-manasin perang antar agama, atau provokasi-provokasi lain.
Sejujurnya saya ga tahu, sebenarnya saya yang sakit atau mayoritas orang Indonesia yang sakit. Mayoritas orang Indonesia tidak suka membaca informasi yang sifatnya ‘netral’ namun suka membaca dan menanggapi tulisan-tulisan yang ‘tasty’ seperti provokasi, entah setuju atau tidak. Saya sungguh sangat heran dengan mayoritas orang.
Is it caused by our tasty food??? I don’t know...

Friday, 31 October 2014

Kamu adalah Apa yang Kamu Makan

Ada suatu pepatah dalam dunia kesehatan yang berkata “you are what you eat” atau dapat diartikan bahwa Anda adalah apa yang Anda makan.  Dalam pengertian yang lebih jelas, saya berpikir maksud pepatah tersebut adalah makanan yang kita konsumsi menentukan bagaimana kondisi kesehatan kita. Saya pikir pepatah ini tidak salah karena berbagai teori mengatakan bahwa 80% kesehatan kita ditentukan oleh diet. Jika demikian, bagaimana cara makan yang baik agar senantiasa sehat?

Banyak orang hanya terpaku pada jumlah kalori tanpa mempertimbangkan faktor nutrisi. Beberapa dari mereka memang memiliki tubuh yang ideal. Sebelum memutuskan benar tidaknya anggapan jumlah kalori, mari berlogika sebentar. Satu porsi mie instan (dengan segala penyedapnya) adalah sekitar 400 kkal, jumlah tersebut sama dengan 4 buah pisang berukuran sedang. Kira-kira mana yang lebih baik untuk tubuh? Satu porsi mie instan dengan segala penyedapnya atau 4 buah pisang yang relatif tidak mengandung pestisida dan pupuk? Saya pikir Anda cukup cerdas untuk menjawabnya.

Sebenarnya, tujuan kita dalam makan apa sih? Memenuhi kebutuhan nutrisi atau sekedar memenuhi mengenyangkan perut?  Orang-orang yang peduli dengan kesehatan makan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, saya pikir Anda termasuk ke dalam golongan ini. Pertanyaannya, seberapa banyak nutrisi yang terkandung dalam makanan kita? Sebagai contoh, secara teori alpukat mengandung 29,47 gram lemak, 17,15 gram karbohidrat, dan 4,02 gram protein sehingga memenuhi 16% angka kecukupan gizi. Tahukah Anda bahwa kandungan nutrisi faktual alpukat lebih rendah daripada angka-angka tersebut? Sebelum masuk ke mulut Anda, alpukat tersebut telah mengalami berbagai proses seperti pemanenan sebelum waktu masak, pengangkutan dari lahan ke toko buah, dan penyimpanan di toko buah. Gunakan logika sederhana, apakah nilai nutrisi dari buah alpukat yang Anda petik dari kebun Anda sendiri ketika matang sama dengan nilai nutrisi dari alpukat yang dipanen ketika belum matang, diangkut dan disimpan di toko buah? Tentu tidak.

Tubuh Anda adalah salah satu harta paling berharga yang Anda miliki, pilihlah makanan yang memenuhi kebutuhan nutrisi bukan sekedar nilai kalori dan mengenyangkan perut. Anda adalah apa yang Anda makan, tentukan sendiri kesehatan Anda!

Wednesday, 24 September 2014

Gagal, Menanti, dan Mengharap




Hidup adalah pilihan, demikian yang sering dikatakan oleh banyak orang. Ini benar meskipun menurut saya kurang komplit. Jika setiap hari kita harus membuat suatu pilihan maka dalam seminggu ada 7 pilihan yang telah kita ambil. Padahal, banyak pilihan tidak datang dalam satuan hari, banyak pilihan datang dalam satuan jam, menit, bahkan detik meskipun ada pula pilihan untuk skala waktu mingguan, bulanan, tahunan atau lebih. Dengan demikian, kita tahu bahwa hidup bukan sekedar pilihan, hidup adalah rangkaian pilihan-pilihan yang harus kita ambil.

Satu di antara sekian banyak pilihan yang sangat menentukan adalah pilihan pekerjaan. Di dunia ini, ada jutaan atau milyaran pilihan pekerjaan, which is the best option? Entahlah, tidak ada yang paham. Hal yang membuat saya heran adalah seseorang atau sekelompok orang dari disiplin pekerjaan tertentu seringkali menertawakan atau merendahkan disiplin pekerjaan lain, pengusaha merendahkan pegawai negeri, pegawai negeri merendahkan pedagang, dokter merendahkan petani, dan lain-lain. Padahal, tidak ada sistem atau aturan baku apapun yang menyatakan bahwa pekerjaan A lebih baik daripada pekerjaan B dan lain sebagainya. Mayoritas dari kita melakukan kebodohan yang tidak ada dasarnya dan kita terus-menerus melakukan kebodohan tersebut. Luar biasa.

Menurut saya, salah satu pertimbangan terpenting dalam memilih pekerjaan adalah tingkat efisiensi. Kita berupaya untuk mencari pekerjaan yang membutuhkan waktu sesingkat-singkatnya untuk memperoleh hasil sebesar-besarnya. Lalu, pekerjaan apa yang paling efisien? Menurut saya, pekerjaan dengan tingkat efisiensi tinggi sangat amat sedikit dan sangat sulit untuk dicapai. Ada sih dokter yang pasiennya selalu membludak ketika buka praktek, ada sih warung makan yang hanya butuh 2 jam untuk menghabiskan seluruh dagangan pada hari tersebut. Namun demikian, apakah ada pemula yang bisa memperoleh penghasilan maksimum dalam waktu yang minimun? Saya rasa tidak ada.

Di antara sekian banyak pilihan, saya memilih perdagangan sebagai (calon) pekerjaan. Apakah perdagangan merupakan pilihan terbaik bagi saya? Tidak tahu. Apakah saya akan sukses dengan menjadi pedagang? Belum dapat disimpulkan. Apakah berdagang itu mudah? Menurut saya, tidak.

Dalam dunia perdagangan, salah satu kunci sukses yang harus diperhatikan adalah promosi. Saat ini, saya merupakan distributor yang menjual produk-produk dari Herbalife. Dalam upaya saya mendistribusikan produk kepada customer, saya pun  harus melakukan berbagai upaya dalam berpromosi, mulai dari membagikan flyer, menyebarkan SMS secara acak, hingga promosi di sosial media.

Pertanyaan pertama yang muncul adalah tingkat efisiensi dari promosi dibandingkan nilai penjualan yang telah saya lakukan. Bagaimana rasio jumlah orang yang tertarik dengan jumlah usaha promosi yang telah saya lakukan? Sangat amat rendah. Jika ditulis dalam angka mungkin berkisar di angka 1/1000 hingga 1/100000. Itu rasio jumlah orang yang tertarik lho, rasio jumlah orang yang membeli dibandingkan jumlah orang yang mendapatkan promosi jauh lebih kecil daripada itu. Am I confused? Sedikit.

Ketika kita berbicara tentang efisiensi dalam perdagangan, rasanya hampir tidak ada usaha perdagangan yang nilai efisiensinya mendekati angka 50%, kecuali produk-produk tertentu yang jumlahnya sangat terbatas atau warung makan tertentu yang memiliki ciri khusus lho. Jika tidak percaya, silakan cek ke supermarket terdekat yang menurut Anda paling besar di daerah Anda. Kita ambil contoh Matahari atau Carrefour. Mereka membuka usahanya 7 hari dalam seminggu, mulai buka sekitar jam 9 atau 10 pagi lalu tutup sekitar jam 10 malam. Artinya mereka bekerja 12-13 jam per hari. Coba Anda ingat, berapa rata-rata waktu yang Anda butuhkan ketika melakukan suatu transaksi disana? Apakah lebih dari satu menit? Saya rasa rata-rata transaksi terjadi kurang dari 60 detik. Selain itu, apakah Anda selalu antri ketika berbelanja di tempat tersebut? Apakah Anda harus antri ketika berbelanja jam 11 siang? Saya rasa tidak. Hampir di semua usaha perdagangan, ada jam-jam sibuk yang rentang waktunya sekitar 2-3 jam, biasanya jam 7 hingga 10 malam. Lalu, mulai dari jam 9 pagi hingga jam 7 malam, petugas kasir lebih banyak menganggur atau bekerja? Yup, menganggur, menunggu dan berharap.

Dalam lingkungan yang skeptis, kata menganggur sering diasosiasikan dengan makna yang negatif atau kegagalan. Padahal, pada saat berdagang, mayoritas pelaku perdagangan akan lebih banyak menganggur daripada bekerja. Anda bisa melakukan observasi sendiri jika belum yakin. Para pemula biasanya tidak sabar, mereka mencari pekerjaan dengan nilai efisiensi tinggi yang artinya selalu laris, kebanyakan dari mereka gagal dan mulai menyerah dengan usahanya.

Pertanyaan yang selanjutnya muncul adalah: tahukah pemilik atau investor dari usaha-usaha dagang yang sudah besar bahwa usaha mereka hanya laris pada jam-jam tertentu dan pegawainya lebih banyak ngobrol daripada bekerja? Saya yakin mereka pun paham dengan hal ini. Jika mereka tahu, kenapa mereka justru terus melakukan ‘kegagalan’ dengan membuka usahanya di jam-jam yang jumlah pengunjungnya sangat minim? Jawabannya adalah karena semakin tinggi intensitas kegagalan yang dialami meningkatkan peluang terbukanya keberhasilan.

Seluruh nilai bijak manusia terangkum dalam dua kata : menanti dan mengharap.
(Alexandre Dumas Pere)

Tiba-tiba, saya teringat kutipan dari orang Prancis ini. Saya yakin pemilik atau investor usaha-usaha dagang pun paham akan ungkapan tersebut, entah mereka pernah membacanya atau tidak, mereka sadar bahwa tugas mereka bukan melakukan kesuksesan demi kesuksesan. Saya yakin mereka paham bahwa tugas mereka adalah melakukan kegagalan demi kegagalan, menanti dan mengharapkan kesuksesan. Menurut saya, kegagalan adalah fase hidup yang sangat penting untuk menguji seberapa kuat tekad dan keinginan seorang manusia, menanti adalah ujian kesabaran, dan mengharap adalah ujian keimanan.

Tahukah Anda bahwa manusia tidak hidup dari kepastian melainkan harapan? Jika tidak percaya, silakan saat ini membuat daftar 10 barang apapun yang ingin sekali Anda miliki dalam waktu satu minggu. Barang-barang tersebut harus sangat special sehingga Anda sadar bahwa Anda butuh perjuangan untuk memperolehnya. Sebelum minggu ini berakhir, apakah ada kepastian bahwa Anda akan memperoleh barang-barang tersebut pada akhir minggu ini? Tidak! Bahkan jika saat ini Anda memiliki semua persyaratan untuk mendapatkan barang-barang tersebut, masih ada kemungkinan Anda gagal mendapatkannya, tidak ada kepastian! Kita tidak memiliki kepastian dan kita tidak akan hidup dari kepastian. Kita hidup dengan harapan yang jumlahnya banyak sekali. Mulai sekarang, sadarilah bahwa harapan-harapan tersebut yang membuat kita hidup, harapan-harapan tersebut lah yang membuat kita tetap bersedia untuk menjalani hidup dengan sesekali mrengut dan lebih banyak tersenyum :)
 
Saya bukan orang yang hebat maupun berpengalaman banyak, tulisan ini hanya sebagai upaya saya untuk berbagi ‘tips sukses’ meskipun saya sendiri masih jauh dari sukses. Is it wrong? No. Anda tahu kan bahwa di luar sana ada banyak dokter yang memberi tips sehat meskipun mereka sendiri tidak sehat. Ya, berarti saya boleh juga dong berbagi tips sukses meskipun saya belum sukses. Inti dari tulisan ini adalah kita memang akan lebih banyak mengalami kesulitan demi kesulitan, cobaan demi cobaan, rintangan demi rintangan, kegagalan demi kegagalan, penantian demi penantian, harapan demi harapan, dengan sesekali sukses. Jangan mencoba untuk lari karena kemana pun Anda melangkah, Anda akan tetap menemuinya. Jangan takut untuk dipersulit, dicoba, diuji, digagalkan, dan menanti. Jangan berhenti berharap demi kehidupan dan yakin lah bahwa Anda tidak akan mati oleh itu semua lalu bangkit menjadi lebih kuat daripada sebelumnya.

Apa yang tak bisa menghancurkanku akan membuatku lebih tegar.
Friedrich Nietzsche

Salam gagal, selamat menanti dan mengharap! Saya mencintai kalian semua, terima kasih telah membaca.